Korelasi Antara Keharmonisan Keluarga Menurut Kolose 3:18-21 terhadap Etika Pergaulan Siswa di Sekolah Dasar Kristen Kalam Kudus Yogyakarta
Abstrak
Berbagai persoalan berkaitan dengan karakter dan perilaku anak-anak kian mengemuka di berbagai diskusi. Perundungan, tawuran, pelanggaran moral, dan kriminal sering melibatkan anak-anak baik sebagai pelaku maupun korban. Berbagai fenomena tersebut tidak dapat dipisahkan dari keberadaan keluarga sebagai “sekolah” pertama bagi anak. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat korelasi keharmonisan keluarga berdasarkan Kolose 3:18-24 dengan etika pergaulan anak. Riset melibatkan 50 orang siswa kelas V di SD Kristen Kalam Kudus Yogyakarta sebagai sampel. Simpulan dari penelitian yang dilakukan adalah ada hubungan yang kuat antara keharmonisan keluarga terhadap etika pergaulan siswa. Keteladanan orangtua dalam mengembangkan hubungan antar keluarga merupakan faktor yang kuat dalam membentuk etika pergaulan anak di lingkungan sosialnya, sebab anak pada hakekatnya adalah peniru yang baik.
Referensi
Amirulloh Syarbini. (2014). Model Pendidikan Karakter Dalam Keluarga. Jakarta: Gramedia.
Arikunto. (2018). Pendekatan Penelitian Kuantitatif, Quantitative Research Approach. Yogyakarta: Penerbit Deepbulish.
Armand Barus. (2018). Tafsiran Alkitab Kontekstual Al-oukumenis: Surat Kolose. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Boyer, J. L. (1987). A Classification of Imperatives: A Tatistical Study. Grace Theological Journal, 8(1), 35–54.
Brookes, A. (2003). A critique of neo-Hahnian outdoor education theory. Part one: Challenges to the concept of “character building.” Journal of Adventure Education & Outdoor Learning, 3(1), 49–62. https://doi.org/10.1080/14729670385200241
Eduard, Lohse. (2018). Colossians and Philemon (Philadelphia: Fortress, 1971) dalam buku Armand Barus, Tafsiran Alkitab Kontekstual Al-Oukumenis: Surat Kolose. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Ewert, A. W., & Sibthorp, J. (2014). Outdoor adventure education: Foundations, theory, and research. Human Kinetics.
Handsbook Code Of Conduct Tahun Pelajaran 2019/2020. (2019). Yogyakarta: Sekolah Kriten Kalam Kudus Yogyakarta.
Hutcheon, P. D. (1999). Building Character and Culture. Retrieved from https://books.google.co.id/books?id=G3fihb88P84C
J.I Packer, Merril C Tenney and William White Jr. (2014). Ensiklopedi Fakta AlkitabBible Almanac-2. Malang: Gandum Mas.
Jahroh, W. S., & Sutarna, N. (2016). Pendidikan Karakter Sebagai Upaya Mengatasi Degradasi Moral. Prosiding Seminar Nasional Inovasi Pendidikan, 395–402.
Jatmiko, B. (2019). Teologi Keluarga : Kajian Terhadap Kejadian 1-3. Sanctum Domine, 6(2), 83–102.
Kasmadi dan Nia Siti Sunariah. (2016). Panduan Modern Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta.
New English Translation, Alkitab Android. (n.d.). diakses pada 22 Mei 2020, pukul 20.15 WIB.
Prouty, D., Panicucci, J., & Collinson, R. (2007). Adventure education: theory and applications. Human kinetics.
Purnamasari, D. (2017). Pendidikan Karakter Berbasis Al-Quran. Islamic Counseling: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 1(1), 1. https://doi.org/10.29240/jbk.v1i1.233
Robertson, A. T. (1934). A Grammar of the Greek New Testament in the Light of Historical Research. Nashville: Broadman.
Shelton, J.-A. (1998). As the Romans Did: A Sourcebook in Roman Social History (2nd ed.). New York: Oxford University Press.
William Barclay. (2005). Pemahaman Alkitab Setiap Hari: Surat Filipi, Kolose, 1 Dan 2 Tesalonika. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Wulandari, Y. (2012). The nation’s character building through value education. Jurnal Pendidikan Karakter, 2(1), 55–66. Retrieved from http://journal.uny.ac.id/index.php/jpka/article/view/1452
Yulian Anouw. (2016). Kepemimpinan Rumah Tangga Suku Meree di Kaimana. Jakarta: BPK Gunung Mulia.